Aug
31
2008
Alhamdulillah, Allah SWT masih menghendaki kita untuk kembali bertemu Ramadhan. Besok insyaallah kita kembali berpuasa, berupaya mengikis dosa-dosa. Agar langkah beribadah semakin terasa mudah, ijinkanlah saya (dan si tuan) memohon maaf atas lisan (jari jemari) yang tak terjaga, atas janji yang mungkin terabaikan, atas hati yang mungkin berprasangka dan atas sikap yang mungkin pernah menyakitkan. Karena tak ada yang lebih diharapkan selain maaf, bagi kami yang penuh khilaf.
Dan di bulan mulia ini, mari kita bersama-sama menyucikan hati dan memutihkan niat. Berusaha bertaubat, mengharap rahmat dan memohon syafaat. Semoga kita senantiasa diberi kemudahan dalam segala upaya menuju kebaikan.
Selamat menunaikan ibadah Ramadhan 1429 H. Mohon maaf lahir dan batin.
Fa (dan tuan)
Berbagi
Aug
29
2008
Tahu nggak sih, seberapa berartinya kamu bagi aku? Jujur, aku sendiri tak tahu. Yang aku tahu, setiap kali berinteraksi denganmu, membaca tulisan-tulisan yang kau tinggalkan, tergelak karena kalimat yang kau rangkai, ada ribuan rasa terima kasih yang melintasi benakku.
Terima kasih. Kamu sangat berarti. Hanya itu yang ku tahu.
Berbagi
Aug
29
2008
Ketika kita melihat, ada orang yang begitu bodoh dalam memandang hidupnya, pantaskah bila kita tertawakan?
Ketika kita mendengar, ada orang yang begitu terpukul atas suatu keadaan yang mungkin bagi kita biasa-biasa saja, pantaskah bila kita anggap dia lucu?
Pantaskah kita merasa lebih mampu menjalani hidup yang orang lain jalani?
Pantaskah kita merasa lebih bijaksana dari orang lain hanya karena kita lebih bisa menangani beberapa problema?
Pantaskah kita merasa lebih cerdas hanya karena lebih banyak yang bisa kita capai?
Ah, bukankah bila kita pintar kita akan tahu, bahwa cara pandang, cara berfikir setiap orang itu tidaklah sama. Maka jangan pernah berharap semua orang akan memilih jalan yang sama dengan yang kita pilih. Dan jangan pernah berfikir bahwa orang yang cara pikirnya tak sejalan dengan kita, adalah orang-orang yang lucu dan pantas ditertawakan.
Berbagi
Aug
28
2008
Saya memang suka sekali nonton peragaan busana. Besok smoga si tuan ngajak lagi. Hehe.
Berbagi
Aug
26
2008
Saya sedang lelah, jiwa dan raga. Tapi saya memang harus merasakannya, agar saya tahu seberapa kuat saya bertahan, seberapa dalam saya bisa belajar, dan seberapa tulus saya bisa bersabar.
Tolong dekap saya, agar saya mendapat tambahan kekuatan.
Berbagi
Aug
26
2008

Ini loh, Pantai Drini yang aku ceritakan tempo hari. Tuh, aku lagi sibuk nowel2 lintah laut, nangkeping bintang laut, ngusilin keong dan berusaha nangkep ikan. Hehe.
Berbagi
Aug
26
2008
Kalau sedang cinta-cintanya, 24 jam sehari, 7 hari seminggu, serasa nggak pernah cukup yah? *sigh*
Berbagi
Aug
24
2008
Sepagi ini, ada temen si tuan bawa gorengan segede gaban. Jadinya pagi2 sarapan gorengan dweh! Maknyus… 
Berbagi
Aug
22
2008
Klo PNS suka terima rapelan gaji, lha klo saya seringnya ngerapel pe-er mbaca postingan temen2 yang semakin numpuk di rss-reader. Fyuh. Pengen dibacain semua, tapi blom dapet separuh, sudah capek luar biasa. Gini deh, klo sampe beberapa hari nggak bisa ke depan kompi (soalnya lagi terus diajak kencan sama kompor), hehe. Mohon maaf yah klo blom sempat main2 dan bales2in komen… Miss you semuanya! Muach!
Berbagi
Aug
18
2008
Capek!
Kemarin, ternyata si tuan nggak cuma ngajak ke Pantai Sundak, tapi juga ke Pantai Drini. Subhanallah deh. Bagus sekali pantainya. Nggak rame pula. Pas di Pantai Sundak, air lautnya masih pasang (kan masih pagi), jadi aku nggak berani deket2 ombak, gede jhe! Di sana sempat dapet sinyal gprs, tapi nggak stabil, jadinya nggak bisa posting deh
Pas di Pantai Drini, hari sudah menjelang sore. Airnya udah lumayan surut. Jadi aku bisa leluasa bermain di bagian pantai yang landai. Menangkap bintang laut, nyolekin lintah laut yang bentuknya lucu2, ngejar ikan kecil2 sampe mainan keong, haha… Kayak anak kecil banget deh. Mau dibawa pulang kok kasihan
Nah, hari ini si tuan ngajak ke Pantai Depok (masih di Jogja kok Khay! :p). Busyet deh, anginnya pas kenceng buanget! Dan gara-gara bulu mata saya yang pendek2 ini, saya terpaksa bolak balik kelilipen. Kacamata jelas nggak mempan. Tapi di situ saya bisa main salah satu mainan kesukaan saya klo pas ke pantai. Yaitu…
Berdiri di tepian pantai membelakangi laut. Sebelum ombak menerjang saya memejamkan mata dan merentangkan tangan ke samping. Setelah ombak menerjang kaki saya, saya akan buka mata, lalu melihat air laut (ombak) yang sedang mengalir kembali ke laut. Rasanya seperti melaju di tengah laut, asyik sekali! Cobain deh. Hehe.
Ah, sudah dulu yah. Ini ngetiknya juga buru2. Sudah ada tugas menunggu *buru2 balik ke dapur*
Berbagi