">Selamat Pagi!   

cerita aja August 17th, 2008

Pagi semuaaa.. Buat yg hari ini upacara, selamat upacara yah. Klo saya mau jalan2 saja, hehe. Hari ini ke Pantai Sundak. Besok insyaallah ke Pantai Depok. Senangnyaaa.. Ada yg mau ikut?

Malam Istimewa ya?

cerita aja August 16th, 2008

Malam menjelang peringatan kemerdekaan. Berbarengan dengan malam Nisfu Sya’ban. Barengan juga sama gerhana bulan. Sudah ya, ndak usah diartikan macam-macam! ;)

Sarapan Apa?

cerita aja August 16th, 2008

Selamat pagi! Udah sarapan? Sarapan apa? Saya sarapan…. KACANG BAWANG! :D

Mengibarkan Bendera

cerita aja August 15th, 2008

Indonesian’s Flag!

Hari ini, sms Mr. Wicak bertanya apakah menjelang peringatan Hari Kemerdekaan bendera sudah dikibarkan?

Nah, coba dilihat di depan blog rumah masing-masing. Bendera Merah Putih sudah berkibar blom? ;)

">RSUP   

cerita aja August 14th, 2008

Baru pertama kali ngantri di RSUP. Antriannya panjang sekali. Aku jadi ngantuk sekali. Hooaammm!

Kembang Api?

cerita aja August 13th, 2008

Di luar rumah, ada suara meletup-letup. Sepertinya kembang api. Aku segera berlari. Asal tahu saja, aku ini paling suka liat kembang api.

Ternyata, itu cuma suara mercon. Huaa…. kecewa! (jadi pengen cepet2 tahun baruan biar bisa ngeliat kembang api, hiks).

Pesan Orangtua

cerita aja August 13th, 2008

Baca postingan PNS yang satu ini, aku jadi teringat pada nasehat orang tua (termasuk nenek dan budhe) dahulu kala, yang seringkali dilontarkan padaku dan sepupu-sepupu ketika sedang berkumpul bersama.

“Kalau laki-laki cari istri, carilah yang setia. Kalau perempuan cari suami, carilah yang bertanggung jawab.” Selalu begitu inti pesannya.

Pesan yang sederhana. Saking sederhananya, sampai-sampai saat itu aku (dan sepupu-sepupu yang seumuran) hanya manggut-manggut tanpa bisa menangkap maksud dari pesan itu. Cuma, saat itu aku (dalam hati) sempat berontak juga. Menurutku, selain bertanggung jawab, seorang suami yang ideal itu juga harus cakep kayak artis, harus kaya seperti pangeran di buku cerita, harus sepintar ilmuwan di buku IPA, harus romantis seperti para pujangga di pelajaran Bahasa Indonesia, de el el! Dan mungkin, sepupu-sepupu yang laki-laki juga punya pikiran senada. Bahwa istri yang sempurna itu bukan cuma harus setia, tapi juga secantik bidadari surga, seksi dan berkulit jelita, secerdas ilmuwan fisika, bertutur kata selembut sutera, de es be!

Ternyata, ketika aku mulai beranjak meninggalkan masa remaja, inti pesan itu menjadi semakin tampak nyata. Kondisi fisik dan harta, ternyata tak selamanya bisa menjamin bahagia. Keutuhan sebuah rumah tangga ternyata tak selalu bisa dikuatkan oleh kuatnya intelegensia. Lalu soal cinta? Itu pelajaran kesekian yang aku terima. Sepertinya bukan satu hal yang terlalu utama.

Yah, menurut pendidikan yang aku terima di dalam keluarga. Dalam suatu rumah tangga, seorang istri harus setia. Tak bisa ditawar. Karena dengan kesetiaan, ia bisa menjaga kehormatan suami dan keluarganya. Dengan kesetiaan itu, ia bisa mendampingi suami dengan apapun keadaannya. Ia juga bisa mendidik anak-anak dengan penuh cinta. Ia akan membangun keutuhan rumah tangganya dengan segenap jiwa dan raga.

Sementara itu, seorang suami harus bertanggung jawab. Ini juga tak boleh ditawar. Karena dengan rasa tanggung jawab yang besar, seorang suami tak akan pernah menghancurkan istri dan keluarganya. Tak tergerak untuk menyakiti orang-orang yang ada dalam tanggung jawabnya. Berusaha dengan segenap daya untuk membuat keluarganya bahagia.

Tak ada pelajaran tentang percintaan. Dengan tanggung jawab dan kesetiaan, cinta katanya bisa tumbuh begitu saja. Pelajaran simpel, tapi menurut saya penuh makna. Yah, semboyan hidup bagi keluargaku memang selalu sederhana. Berikan yang terbaik yang kamu bisa, dan jangan mengharapkan balasan apa-apa, bila kamu ingin bahagia. Begitu katanya.

Artikel yang mungkin terkait: Kriteria Suami Impian vs Keajaiban Cinta.

Biaya Sebuah Wajah

cerita aja August 13th, 2008

Main ke blognya Easy, eh dia lagi nulis tentang biaya dandan sebuah muka (perempuan). Jadi pengen nulis juga tentang hal yang sama. Perempuan yang mana sih yang nggak suka tampil cantik? Apalagi klo udah punya suami, klo tampil kucel dikit di depan umum pasti ngerasa punya ‘beban’ deh, ‘takut bikin malu suami’ gitu biasanya alasan saya.

Soal dandan, syukur alhamdulillah deh saya punya wajah yang nggak susah-susah amat ngerawatnya (mungkin karena memang nggak terbiasa dibikin susah kali yah?). Jadi mau dikasih bedak merk apapun, dari yang murah sampe yang mahal, sejauh ini ndak pernah bermasalah. Karena itu, saya jadi hobi coba-coba. Korban iklan kata suami saya. Hehe. Klo ada merk atau varian kosmetik baru, saya biasanya tergoda untuk mencoba. Makanya jadi agak-agak susah klo mau ngitung seberapa besar ‘biaya wajah’ saya setiap bulannya.

Tapi itu dulu. Sekarang, saya sudah bosan ganti-ganti merk. Sebab saya sudah merasa ’sangat sreg’ pada merk-merk yang saya pakai saat ini. Oke, mari kita hitung bersama-sama, muka saya ini ngabisin duit berapa sih? :D Read the rest of this entry »

Baca Forumnya Si Tuan

cerita aja August 13th, 2008

Hehe. Iseng ajah. Baca2 forum di mana si tuan aktif di dalamnya. Lumayan, jadi bisa ‘memantau’ aktifitas dia di luar rumah. Haha.

Jadi Inget…

cerita aja August 13th, 2008

Inget kue kering, inget nastar. Tahun lalu saya buat nastar klasik, yang bentuknya bulat diisi selai nanas dan di atasnya diberi cengkeh. Pas si tuan makan nastar itu, dia bilang “kok rasanya aneh?”

Setelah saya selidiki (saya tanyain maksudnya), ternyata si tuan makan nastar itu sekaligus sama cengkehnya! :D