Tau ojek kan? (klo nggak tau, perlu diragukan ke-WNI-annya, haha). Beberapa waktu lalu, aku sempat baca iklan motor taksi di koran, langsung kepengen nyobain. Pikirku, lumayan klo mau kemana-mana tapi nggak ada yang mau nganterin, wong tarifnya murah, jauh-dekat sepuluh ribu. Tapi berhubung belum ada kesempatan buat keluar rumah, akhirnya baru malem ini bisa kesampaian.
Dimulai dengan men-dial nomor 0274-743.75.75, setelah menunggu sekitar 20 menit, datanglah seorang pengendara motor yang memakai rompi high-visibility dengan motor yang di bagian depannya ada tulisan motor taxi. Mas supirnya ramah, masih muda dan cakep pula, nyetir motornya alus (dan yang jelas ndak main2in rem tangan, hehe). So far, ngerasa aman dan nyamanlah naik motor taksi tersebut. Besok-besok lagi, mau banget pake motor taksi itu lagi!
Makanya, tadi sekalian aja kenalan sama supirnya, Mas Budi namanya, sekalian minta nomor teleponnya, sehingga klo aku butuh diantar tinggal nelpon mas Budinya itu langsung (ndak lewat operator)
Oiya, soal tarif, seperti yang udah tak tulis tadi, jauh-dekat (selama masih dalam wilayah kota Jogja dan sekitarnya) cukup mbayar Rp. 10.000,- untuk jam operasional antara jam 06.00-21.00. Di luar jam itu, masih bisa pake tapi dengan menambah charge sebesar Rp. 5.000,- saja. Trus, klo mau ditunggu (misalnya mo belanja aja trus pulang lagi), menurut ketentuan perusahaan, sampeyan harus nambah Rp. 10.000,- (tapi tadi aku minta ditungguin pas mampir Toga Mas, eh supirnya ndak mau ditambahin, mungkin karena nunggunya cuman sebentar. Baik juga yah).
Berbagi