9503-after_the_honeymoon_.jpgNgaku. Aku jatuh cinta tiga kali pada buku ini. Pertama, saat melihat sampulnya. Kedua, saat membaca sedikit ringkasan di sampul bagian belakang. Dan ketiga, saat aku telah menuntaskan membaca isinya.

Aku seperti merasakan bahwa Ollie sedang menulis semua tentang aku, meski dalam versi cerita yang tak sama.

Semua tentang pernik-pernik pernikahan seolah ditumpahkan semuanya oleh Ollie.  Dalam bahasa yang sederhana, lancar dan tak mengada-ada.

Aku yakin, semua yang membaca novel ini akan tersadar, bahwa drama sesungguhnya baru akan dimulai setelah pesta pernikahan usai. Segala perjuangan (mungkin), untuk meraih gerbang pernikahan, hanyalah sebuah ritual pemanasan sebelum memasuki medan perjuangan yang sesungguhnya.

Seperti terasa berat sekali ya? Tapi sangat indah. Dan keindahan pernikahan itu disimpulkan dengan manis di paragraf terakhir yang menjadi pemungkas cerita.

Sekarang, Barra baru menyadari, rumah tangga menjadi tempat yang tepat untuk belajar lebih dalam tentang hidup. Dan, keluarga menjadi jawaban untuk kebahagiaan yang sebenar-benarnya.

Berbahagialah orang yang pernah menikah, dan lulus dalam pernikahannya. *meluk2 si tuan*.



9 Comments to “After The Honeymoon by Ollie”

  1. nonadita | March 18th, 2009 at 11:36 pm

    Saya belum ada rencana menikah, Mbak +_+
    Wanita lajang boleh baca buku ini nggak ya?

  2. cold | March 19th, 2009 at 8:27 am

    “jangan peluk2 saya”

  3. Fa | March 19th, 2009 at 12:03 pm

    @nonadita: eh boleh banget klo mau baca, biar siap lahir batin saat nanti memutuskan menikah :D
    @cold: ahhh sapa yg mau meluk cold? dingin sih :D

  4. abdee | March 19th, 2009 at 9:40 pm

    design covernya emang keren. beda sama model2 teenlith gt.

  5. Fa | March 19th, 2009 at 10:22 pm

    @abdee: ini kan memang bukan teenlit :p

  6. wijayanto81 | March 20th, 2009 at 8:05 am

    Seringnya memang selalu mempersiapkan yang sifatnya seremonial (resepsi pernikahan), dan terlena dengan manisnya suasana sebelum menikah. Saat menikah, semua bisa saja berubah. Dan setiap pasangan mesti siap dengan semua perubahan dan ketidaksesuain. Menyatukan dua hati yang terberai setelah sekian lama.

  7. Fa | March 27th, 2009 at 8:06 am

    @Wijayanto: yup, betul sekali.. kadang pasangan yg sedang dimabuk cinta, pikirannya cuman satu, pokoknya nikah! :D

  8. Ollie | March 30th, 2009 at 12:33 am

    Thanks ya dah di-review… semoga sukses untuk kita semua hehehe

  9. Fa | March 30th, 2009 at 8:54 pm

    @Ollie: hah? Ollie… makasih komennya yah, ditunggu buku berikutnya :D

Leave a Comment

kuda