Malam ini..
dari hati December 4th, 2008
dia tiba-tiba menyapa
mungkin begitu banyak cerita dan rindu yang dia bawa
tapi aku tak punya keberanian untuk membalasnya
*tiba2 merasa jadi orang terjahat sedunia*
![]()
dia tiba-tiba menyapa
mungkin begitu banyak cerita dan rindu yang dia bawa
tapi aku tak punya keberanian untuk membalasnya
*tiba2 merasa jadi orang terjahat sedunia*
![]()
lebih punya waktu untukku
namun, bila kehadiranmu
hanya meninggalkan luka baru
dan setetes air mataku
lebih baik kau tetap di situ, menggumuli egomu
karena aku sudah sedemikian tak mampu
menenangkan dan menyembuhkan hatiku
*I beg to you, please, don’t do it to me again!*
padahal itu cuma nafsu…
kadang kau menamainya duka
padahal itu jalanmu menuju suka
karena itu kau butuh pengalaman
untuk sekedar mengenali hidupmu
Sekali saja seumur hidupku
Ku harap kau mengingatnya
Di sepanjang sisa umurmu
“tak usah lagi kau minta ijinku, karena kau tau aku tak setuju, dan selamanya tak kan pernah setuju”
saat ada semangkuk eskrim di depan kita, dan ada seseorang yang mendengarkan segala keluh kesah kita dengan sepenuh hati, yang tak mengalihkan perhatian sedetikpun dari apapun yang kita katakan.
*andai aku bisa memeluk dia, untuk sekedar berterima kasih padanya*
Dengan mengatasnamakan kebebasan dan hak asasi. Dan ketidaktahuan bisa menyebabkan kesalahan. Maafkan saya ya… *menjura*
-sst, sejujurnya saya tidak tahu apa itu arti menjura-
Kemarin, sebenarnya cuaca di sekitar rumah (sekitar selokan mataram) bisa dibilang cukup cerah. Salah satu indikator (menurut saya) adalah cucian bisa kering semua, hehe. Tapi sekitar pukul 14.00 mendung mulai memayungi, semakin lama semakin pekat, dan sekitar jam 14.50 hujan mulai mengguyur dengan derasnya. Saya masih duduk manis di depan komputer saat itu. Menyelesaikan beberapa tampilan blog yang masih amburadul. Beberapa saat kemudian, sebait lagu ‘Atas Nama Cinta’ milik Rossa mengalun dari handphone yang ada di samping meja. Nama si tuan tampil di layarnya.
Si tuan memintaku agar mematikan seluruh aliran listrik di rumah. Dari mulai meng-off-kan MCB sampai mencabut semua stop kontak yang ada di rumah. Beliau bilang kantornya diamuk puting beliung. Si tuan kuatir angin itu akan menjangkau rumah yang berjarak hanya sekitar 10 menit perjalanan dengan motor.
Saya sudah melihat langsung kondisi JMN pasca diamuk puting beliung tadi sore. Hancur. Semua tower, vsat, dvb ato apapun nama alat2 itu hancur bahkan berkeping. Untungnya tak ada korban.
Kondisi di sekitarnya tak kalah mengerikan. Kawasan bulaksumur yg dipenuhi pohon2 raksasa banyak yg tumbang. Ada beberapa yg spt digunduli oleh alam. Sebagian lagi akar2nya yg besar tercerabut. Kondisi orang2nya, bisa kalian bayangkan sendiri.
Mengingat pasokan koneksi internet di rumah murni dari JMN, kalau setelah ini saya jarang berkeliling di dunia maya, mohon dimaklumi yah… Saya juga mohon maaf yang sebesar2nya atas semua kesalahan saya selama ini… I will miss you…
Kok kamu makin asyik main di tepi jurang?
Mbok jangan suka menantang, kita tak pernah tahu seberapa kuat bisa bertahan.