Sesak
lagi melow October 13th, 2009
Bisa saja, kadang-kadang dadaku terasa begitu sesak. Entah karena apa dan entah oleh apa. Yang aku rasa hanya sesak yang menyakitkan. Yang aku ingin hanya menghilangkan sesak itu.
Entah bagaimana caranya…
Bisa saja, kadang-kadang dadaku terasa begitu sesak. Entah karena apa dan entah oleh apa. Yang aku rasa hanya sesak yang menyakitkan. Yang aku ingin hanya menghilangkan sesak itu.
Entah bagaimana caranya…
Aduh, tiba-tiba aja lagi pengen menye-menye
Padahal tamu bulanan udah lewat. Kira-kira kenapa ya kok bawaannya jadi pengen melow terus?
Apa karena lagu Matahariku-nya Agnes yang tiba-tiba aja muter-muter terus di kepala ya?
Aduh, tolong dong!
lebih punya waktu untukku
namun, bila kehadiranmu
hanya meninggalkan luka baru
dan setetes air mataku
lebih baik kau tetap di situ, menggumuli egomu
karena aku sudah sedemikian tak mampu
menenangkan dan menyembuhkan hatiku
*I beg to you, please, don’t do it to me again!*
Aku tertindih perasaan dan keadaan. Di mana sedikit keadilan itu?
When there no place to go home…
Iyah, ternyata aku takut berada sendirian, di suatu tempat yang tak terlalu ku kenal…
Senyatanya, kau tak bisa memperjuangkan sesuatumu di depan mereka.
Saya capek, saya lelah, saya pengen pulang, tapi bukan ke tempat itu.
Where were you when I needed you
When I felt too bad
Where have you been in my darkest hours
When I felt so sad that I could not be in your arms
Sometimes I know it hurts
Sometimes I feel deserted
But where were you when I needed you??
Aku, masih sempat dan dengan tak tahu malu, mengharap wajahmu di setiap kali daun pintu terkuak.