Category Archives: puisi

Tentang Sari

Sari… Seharusnya ia menjadi inti Bukan duri Sari… Seharusnya ia memberi makna Bukan petaka Sari… Semestinya ia membawa pada hakikat Bukan menggiring pada sesat Sari… Mungkin berat nian menjadi sari Hingga tak setiap sari dapat menjiwai

Posted in puisi | 5 Comments

jika ia sebuah cinta…

jika ia sebuah cinta….. ia tidak mendengar… namun senantiasa bergetar…. jika ia sebuah cinta….. ia tidak buta.. namun senantiasa melihat dan merasa.. jika ia sebuah cinta….. ia tidak menyiksa.. namun senantiasa menguji.. jika ia sebuah cinta….. ia tidak memaksa.. namun … Continue reading

Posted in puisi | 7 Comments

Kangen…

Kekasih… aku memanggil-manggil dengan cinta yang begitu ingin memantulkan ribuan rindu dari dada sekokoh batu

Posted in puisi | 5 Comments

kamu mengajariku

untuk berbagi cinta… kau tunjukkan padaku cara berbagi suka… tapi mengapa kau tak mau aku ikut menanggung duka?

Posted in puisi | 8 Comments

Selamat Hari Buruh

Mari kita rayakan dengan gemuruh Bersama setiap tetes keringat yang luruh Jadikan rintangan perlahan runtuh Untuk tegakkan aspirasi buruh!

Posted in puisi, ucapan | 1 Comment

Aku tahu…

Aku tahu… Kamu masih cinta aku Sama seperti dulu

Posted in puisi | Leave a comment

Menunggu Bintang

Entah bila dan berapa lama Aku yakin saat itu kan tiba Karena aku yakin dia ada di sana Menunggu saat yang tepat untuk bersua Untuk bintangku Aku tak kan lelah menunggu Meski waktu kan terus berlalu Aku yakin kita kan … Continue reading

Posted in puisi | 4 Comments

Sederhana Saja

Aku tak merasa diriku bintang Karena itu aku tak mengharap dipeluk langit Aku tak merasa diriku bulan Karena itu aku tak mengharap didekap malam Aku tak merasa diriku matahari Karena itu aku tak mengharap dipuja siang Aku tak merasa diriku … Continue reading

Posted in puisi | 2 Comments

Mendukungmu

aku ingin selalu mendukungmu di setiap langkah yang kau tempuh tapi tolong jangan paksa aku mendukungmu menempuh jalan rapuh yang menghancurkanmu seiring waktu

Posted in puisi | 5 Comments

benarkah?

sesungguhnya tak perlu orang lain untuk merasa bahagia karena bahagia itu ada dalam jiwa sesungguhnya tak perlu orang lain untuk merasa kecewa karena kecewa itu lahir dalam dada benarkah? mengapa bahagia dan kecewaku masih bergantung padanya? apakah jiwa dalam dadaku … Continue reading

Posted in puisi | Leave a comment